Ceker Ayam Nasu Ladang Yang Bikin Taubat - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Sabtu, 27 Januari 2018

Ceker Ayam Nasu Ladang Yang Bikin Taubat


Kreatifitas owner D’Corner yang lagi sibuk ‘hijrah’ dan padatnya jadwal kampanye kebajikan yang ia lakoni di facebook tetap selalu punya ide unieq untuk mengembangkan usaha warkopnya yang fenomenal itu dengan berbagai menu pilihan bagi pengunjung setianya.

Nah, jika tahun lalu D’Corner ini punya menu Soto Ayam, King Kone Pizza dan aneka menu lainnya yang menggemparkan jagad Facebook Pangkep, maka hal yang sama diawal tahun 2018 ini kembali punya menu andalan baru Ceker Ayam Taubat Nasu Ladang dan seminggu terakhir menu ini sudah hits banged promonya di social media facebook. Bahkan sudah masuk jadi trending topic facebook, loh.  


Melihat gambarnya saja anda sudah merasa kepedesan, namanya saja nasu ladang berbahan ceker ayam yang dibumbui dengan siraman cabe dahsyat entah berapa biji, hanya pembuatnya yang tahu bukan tempe.

Sebagai pecinta makanan pedas, menu ini cukup membuat saya tertarik untuk segera menikmatinya. Bukan karena promo gila-gilaan yang dilakukan ownernya di facebook atau di group Whatsapp kami yang legend KOPI DARAT, melainkan memang saya pecinta makanan pedas dan hobby berburu Culinary Unieq.



Alhasil, niat makan Ceker Ayam ini ternyata cukup membuat gaduh penghuni group KOPI DARAT, semuanya sepakat mau menikmati ini bersama-sama selepas sholat jum’at (26/1) di sudut Stadion Andi Mappe.


Bukan apa-apa sih, saya sebenarnya mau datang sebelum jum’at ke D’Corner bersama adik tingkat alumni Unismuh, apa daya ayamnya kata ownernya belum ditangkap di kandang yang terletak di pegunungan Tondong Tallasa sana, apalagi diolah, belum lagi pemiliknya Ustad Asran Idrus ini masih berjibaku di Mesjid Quba ngurusin ummat persiapan Jum’atan. (Silahkan bayangkan sendiri situasinya yah).

Sebenarnya lagi, janjian penghuni group untuk makan siang bareng ini cukup merisaukan saya pribadi.

Kata psikolog, saya mengalami trauma akut yang namanya janjian dengan para pesohor group ini.

Dari jaman Om Setya Novanto belum nabrak tiang listrik hingga sekarang sudah mendekam di hotel prodeo KPK, semua jenis janjian kami di group selalu dikali Nol alias Hoax.

Jangan berfikir ada keseriusan didalamnya. Semuanya dusta belaka. Seperti dusta seorang lelaki kepada kekasihnya, hikz.

Saya pun kadang terheran-heran, mereka nyangkut dimana yah, setiap kali mereka mengatakan OTW, sudah di lampu merah, sudah di tol, sedikit lagi nyampai tapi kenyataannya mereka tak pernah nyampai di lokasi tempat kami janjian. Hebat bukan ?

Ah, jadi berupaya untuk percaya bahwa mereka akan bener-bener datang untuk nonkrong dan makan siang bareng dengan menu ceker ayam ini seolah seperti menyekutukan Tuhan.

Tapi yang namanya kehidupan yang terus bergulir, dan mungkin inilah hikmah yang namanya Jum’at berkah. Entah hidayah apa yang baru saja mereka terima hingga akhirnya penghuni group ini benar-benar datang ke D’Corner. Padahal jam terbang mereka memang sangat tinggi, mereka tersebar di berbagai benua di belahan dunia ini.

Meski pertemuan ini minus Editor Media Online yang namanya sulit untuk disebut Alagraph Badauni dan Karyawan salahsatu perusahaan milik wakil president RI Toyota Kalla si Daus, tapi itu tidak menyurutkan semangat mereka yang ingin menikmati Ceker Ayam Nasu Ladang yang kemungkinan akan membuat mereka taubat berkepanjangan dengan rasa pedasnya.

Jika penghuni Group fenomenal KOPI DARAT saja mau makan Ceker Ayam D’Corner, bisa dipastikan rasanya pasti uenak, mantap dan mengigit.

Bayangkan saja, saya yang paling awal datang ke warkop ini dan bertemu ownernya lalu disusul setengah jam berikutnya oleh anggota yang lain tetap saja membuat kami menunggu nyaris dua jam menunggu pesanan kami. Luar biasa, bukan ? ini yang jarang terjadi dan hanya D’Corner yang bisa melakukan ini.

Menu special ini ternyata harus diracik sedemikian rupa oleh chef andalan sebelum akhirnya dihidangkan kepada pengunjung setia KOPI DARAT dan alhasil sumpah itu gak mengecewakan kawan.

Udin Journalist, tau khan ? sosok yang lihai banged berburu berita sambil nyanyi di jalan ini  makan ceker ayam Nasu Ladang 5 porsi.


Atau Misbah Maggading yang hidupnya selalu kere ini dan selalu menghindar saat diminta mentraktir anggota group dan cintanya selalu ngenes karena ditolak cewek mulu dan kisah terakhir ia ditinggal nikah sama mantannya ini sukses menghabiskan 6 porsi ceker dan bakso Nasu Ladang.

Belum lagi Manager Logos Ramez yang saat ini sedang sibuk mengembangkan kerajaan bisnisnya bersama istrinya ini menghabiskan 7 porsi Ceker dan Sayap Nasu Ladang.


Nah si Mbak Haniah aktifis perempuan yang care banged dengan persoalan kepulauan Pangkep ini menghabiskan Sayap Nasu Ladang sampai 9 Porsi.

Arman Pio dan President Archutisme, sukses berduet menghabiskan Ceker Ayam Nasu Ladang ini 7 Porsi.


Adik tingkat gua Rosmaida harus puas dengan 1 porsi saja.

Please, percaya itu semua dan jangan tanyakan berapa porsi yang saya makan. Saya sepertinya agak sulit menjelaskannya panjang kali lebar, cukuplah lihat postur saya yah yang semakin lebar saja dari hari ke hari.

Satu yang pasti bahwa Ceker Ayam D’Corner ini sukses membuat kami taubat Nasu Ladang dengan kepedesannya.

Sehingga merugilah, bagi mereka warga Pangkep yang belum mencobanya. Coba sekali, rasanya pengen lagi loh.


Jangan sampai kalian menyesal, mengingat menu ini diperkirakan hanya akan bertahan selama bulan Februari saja. Bukan karena gak laku, tapi ownernya akan membuka menu baru lagi loh yang lebih bombastis. Bahasa bugisnya sih ini Limited Edition. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad