Kampanyekan Nilai-Nilai Anti Korupsi, Agen SPAK Kunjungi Kepulauan Pangkep - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Minggu, 21 Mei 2017

Kampanyekan Nilai-Nilai Anti Korupsi, Agen SPAK Kunjungi Kepulauan Pangkep


Pukul Sepuluh pagi Agen SPAK Pangkep sudah berada di Dermaga Pundata Baji Labakkang, tempat kumpulnya kapal-kapal yang akan kami tumpangi berlayar  ke Desa Mattiro Kanja tepatnya di Pulau Sabutung Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, 18-19 Mei 2017.

Komunitas Perempuan

Sebanyak lima orang Rosniaty Azis, Masita, Arman, Ugha dan Nhany Rachman Khan mengarungi lautan sekitar dua puluh menit untuk menjangkau Pulau Sabutung ini. Kunjungan ini sesungguhnya untuk melaksanakan salah satu agenda penting dari organisasi perempuan YASMIB Sulawesi yang gawangi Rosniaty Azis selaku Project Manager yang juga kebetulan agen SPAK melalui Program KOMPAK untuk pemberdayaan komunitas perempuan yang beranggotakan puluhan ibu-ibu rumah tangga dan akan belajar tentang materi hak kesehatan reproduksi perempuan untuk 2 Desa yakni Desa Mattiro Kanja Pulau Sabutung ini dan desa Mattiro Uleng yang akan dilaksanakan di Pulau Sapuli dan harus menyeberang kembali menggunakan perahu di hari kedua sekitar 20 menit juga untuk sampai ke lokasi .



Melihat peluang ini tentunya tidak disia-siakan oleh Agen SPAK Pangkep, jauh-jauh hari kami sudah bersepakat untuk menggunakan kunjungan ini untuk kampanye SPAK, hingga saat kami berada di lokasi di hari pertama, bertempat di Kantor desa Mattiro Kanja setelah melaksanakan kegiatan Program KOMPAK YASMIB, kami pun masuk mensosialisasikan nilai-nilai Anti Korupsi dan bermain menggunakan alat bantu SPAK yang telah kami tenteng dengan penuh percaya diri dari rumah.


Bersama puluhan ibu-ibu ini kami akhirnya berbagi tugas, diantara kami ada yang terlebih dahulu memberi pengantar dengan memberikan penjelasan awal apa itu SPAK, melakukan brainstorming dengan menanyakan definisi dari korupsi itu sendiri versi mereka tentunya, menjelaskan tentang apa itu tindakan koruptif, suap, gratifikasi, pencucian uang dan bagaimana bentuk peran serta masyarakat dalam mencegah perilaku koruptif tersebut, nah peran ini dilakukan oleh Rosniaty Azis dan Nhany Rachman Khan sedangkan penjelasan permainan alat bantu SPAK dilakukan oleh Armand dan Ugha tak ketinggalan seksi pendokumentasian dilakukan oleh Masita.


Saat permainan Majo ini digelar para ibu-ibu yang dikelompokkan ini nampak begitu antusias menjawab sejumlah pertanyaan yang terdapat di kartu, sebelum memutuskan menjawab, mereka berdiskusi satu sama lain, tak jarang mereka kadang ada yang berbeda jawaban dan saling menertawai satu sama lain, namun ketua kelompoklah yang pada akhirnya yang mengambil keputusan memilih jawaban yang mana yang akhirnya final untuk dijadikan jawaban.


Sekitar setengah jam kami bermain dan sejumlah ibu-ibu yang ikut bermain ini pun sempat melontarkan pernyataan bahwa mereka dapat ilmu baru tentang apa itu korupsi bahwa banyak kebiasaan yang dilakukan mengarah pada tindakan koruptif serta bagaimana komitmen mereka untuk mau mulai menanamkan sejak dini kepada anak-anak mereka agar tidak melakukan tindakan koruptif.


Korupsi di mata murid SD


Hari kedua, kami bertiga (Ugha, Armand dan saya) mengunjungi salah satu Sekolah Dasar yang tak jauh dari kantor desa Mattiro Kanja tepatnya di SDN 3/37 Pulau Sabutung tidak jauh dari tempat kami bermain dengan komunitas perempuan sehari sebelumnya.


Melihat situasi di halaman sekolah yang tampak ramai dan sejumlah murid masih berlarian akhirnya kami meminta izin kepada guru sekolah tersebut untuk masuk memberikan sosialisasi tentang sikap dan Nilai-Nilai Anti Korupsi, respon positif kami dapatkan dan pihak guru mengijinkan untuk masuk ke kelas 3 dan 4 yang akan digabung mengingat gurunya memang sedang tidak masuk karena anak-anak baru saja ujian dan kegiatan kami justru membantu dengan mengisi kelas yang kosong sehingga tidak menganggu pembelajaran di sekolah.


Namanya anak-anak yang melihat wajah baru seperti saya dan Ugha yang mungkin kami dikira guru baru hahahaha. Syukurlah salah seorang rekan kami Pak Armand adalah warga Pulau Sabutung Desa Mattiro Kanja ini eh tepatnya lagi mantan kepala desa di desa ini.


Antusiasme anak-anak ini sudah pasti bikin berisik. Namun kebahagiaan mereka untuk belajar hal baru cukup tergambar dari wajah mereka. Ugha lalu mulai menjelaskan 9 nilai anti korupsi dan memberikan penjelasan yang tidak jauh dari kebiasaan anak-anak seusia mereka agar memudahkan untuk mengenali dan menyikapi cara bersikap dengan 9 nilai anti korupsi.


Setelah melihat mereka cukup memahami lalu kami ajak mereka berkelompok memainkan permainan SEMAI, ah pada sesi ini antusias mereka dua kali lipat gak terbendung dan hasilnya mereka hampir saja ogah berhenti bermain, malah kami rasanya yang agak kewalahan melihatnya mereka. Tak jarang mereka saling berebut ingin membaca kartu yang mereka ambil dan nyaris membuat kartu SEMAI sobek namun dengan cekatan Pak Armand menjadi bodyguard yang cukup lihai mengamankan situasi hahaha.



Akhirnya mengajarkan Nilai Anti Korupsi kepada murid Sekolah Dasar menjadi harapan besar kami Agen SPAK Pangkep agar kelak mereka bisa menjadi generasi yang membanggakan, calon pemimpin yang bisa diteladani dengan tidak terjebak pada perilaku koruptif sebaliknya harus menjauhi tindakan koruptif sekecil apapun bentuknya. Semoga belajar sambil bermain tentang Nilai-Nilai Anti Koruptif di sekolah ini menjadi  penyemangat bahkan menjadi ingatan panjang bahwa sikap seperti kesederhanaan, kegigihan, keberanian, kerjasama, kedisiplinan, keadilan, kejujuran, bertanggung jawab dan kepedulian adalah karakter yang harus di bangun sejak sekarang baik di sekolah, keluarga maupun di masyarakat mereka.*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad