Kawal Implementasi SDGs Pangkep, INFID dan YKPM Gelar Workshop Pokja CSO - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Jumat, 21 April 2017

Kawal Implementasi SDGs Pangkep, INFID dan YKPM Gelar Workshop Pokja CSO

International NGO Forum on Indonesian Development (INFID bekerjasama dengan Yayasan Kajian Pemberdayaan Masyarakat (YKPM) mitra Institut Kapal Perempuan menginisiasi Workshop Pembentukan Pokja CSO SDGs guna mengawal implementasi 6 tujuan SDGs dari 17 goals tentang kemiskinan, pendidikan, kesehatan, kesetaraan gender, ketimpangan dan ekosistem laut dengan menggandeng sejumlah Civil Society Organization (CSO) seperti Aisyiyah Pangkep, Yasmib, Lemsa, Komunitas Sekolah Perempuan Kepulauan dan Koalisi Perempuan Indonesia Pangkep yang bertempat di Aula Mattampa Inn, Senin (17/4)

Dalam kegiatan tersebut dipandu Akademisi dan Host Radio Torani Muhammad Ilham dan menghadirkan Diretur YKPM Sulsel Mulyadi Prayitno dan Hamong dari INFID.

Dalam penjelasannya Direktur YKPM Sulsel dan INFID menjelaskan tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah membentuk kelompok kerja gabungan sejumlah CSO untuk mengawal implementasi SDGs untuk sejumlah goals prioritas dari 17 goals yang terdapat dalam SDGs.


“Tujuan Workshop ini untuk membentuk Pokja gabungan dari sejumlah CSO yang selama ini concern melakukan pemberdayaan masyarakat melalui sejumlah program yang ada di Kabupaten Pangkep. Sesungguhnya masih banyak LSM atau NGO yang tercatat di Kesbang Pemda Pangkep, namun yang selama ini sangat aktif dan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah termasuk bersinergi dengan YKPM serta menindaklanjuti hasil pertemuan beberapa bulan yang lalu tentang sosialisasi SDGs di Makassar” Ujar Mulyadi selaku Direktur YKPM yang memfasilitasi pelaksanaan Workshop Pokja SDGs.


“Pokja menjadi salah satu upaya atau strategi kita mengawal implementasi SDGs melalui program yang sudah dicanangkan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pangkep melalui RPJMD, mengingat tahun 2030 tidak ada lagi satu pun orang di Pangkep ini yang tertinggal dalam pembangunan melalui indikator 17 goals yang sudah disepakati bersama sejumlah Negara termasuk Indonesia melalui SDGs atau yang lebih dikenal dengan Pembangunan Berkelanjutan ini setelah sebelumnya MDGs kurang maksimal dalam pelaksanaannya” Ujar Mulyadi

“Salah satu factor kegagalan MDGs adalah kurangnya penguatan jaringan bersama untuk mengimplementasikan MDGs ini karena hanya berfocus pada Pemerintah Provinsi. Tahun 2016 SDGs mulai diberlakukan hingga tahun 2030 dan Kabupaten Pangkep merupakan salah satu daerah percontohan di Sulawesi Selatan untuk pelaksanaannya, sehingga penting memaksimalkan peran kita selaku CSO dengan berjejaring satu sama lain untuk mendukung pemerintah mengimplementasikan sejumlah goals dalam SDGs dan salah satunya upaya itu adalah melalui pembentukan Pokja CSO SDGs ini” Tambah Mulyadi.


Selain itu Hamong Santono selaku Senior Advisor Program INFID mengemukakan bahwa keberadaan Pokja CSO SDGs ini akan kedepannya akan difasilitasi melalui sekretariat bersama di kantor Daerah dan akan di SKkan oleh Bupati Pangkep. Dan 17 goals yang terdapat dalam SDGS ini ada 6 point penting yang akan menjadi acuan kita untuk mengukur program pemerintah yang terintegrasikan dengan goals SDGs.

“Design pembentukan Pokja CSO SDGs ini kedepannya akan disupport oleh Pemerintah Daerah melalui penerbitan Surat Keputusan oleh Bupati Pangkep dan akan kita dorong agar difasilitasi sekretariat bersama untuk memudahkan koordinasi. Dari 17 goals yang ada Pokja CSO ini hanya akan focus pada goals SDGs seperti goals 1 tentang pengentasan kemiskinan, goals 3 tentang kesehatan, goals 4 tentang pendidikan yang berkualitas, goals 5 tentang kesetaraan gender, goals 10 ketimpangan dan goals 14 tentang ekosistem laut sesuai dengan kondisi Kabupaten Pangkep” Tutur Hamong.


Hasil akhir dari workshop ini akhirnya menghasilkan struktur Pokja CSO SDGs dengan mendaulat Akademisi dan host Radio Torani Muhammad Ilham selaku Koordinator Kabupaten, Nhany Rachman dari ‘Aisyiyah Pangkep sebagai koordinator untuk goals Pendidikan dan Kesehatan, Baso Syaifuddin dari LEMSA sebagai koordinator  untuk  goals ketimpangan dan kemiskinan dan Haniah sebagai koordinator kesetaraan Gender dan Ekosistem Laut dengan dukungan sejumlah anggota Sekolah Perempuan Kepulauan. (Nan)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad