Belajar Kedisiplinan dari Professor Michele Ford (Part 1) - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Jumat, 24 Februari 2017

Belajar Kedisiplinan dari Professor Michele Ford (Part 1)



Dua minggu berada di Sydney saya belajar banyak hal tentang karakter, kebijakan, budaya serta toleransi yang begitu tinggi warga Australia secara umum. Namun dalam proses belajar di kelas selama program Short Term Award (STA) dengan tema manajemen kepemimpinan yang diikuti oleh 26 peserta dari berbagai perwakilan NGO Indonesia saya belajar banyak tentang arti kedisiplinan yang sebenarnya bersama professor Michele Ford direktur SSEAC. Program STA ini kami ikuti dari tanggal 23 Januari - 5 Februari 2017.

Kembali pada arti kedisiplinan, apa yang kalian bayangkan tentang disiplin di Indonesia atau yang lebih sempit di tempat kalian tinggal? datang tepat waktu alias gak telat oh itu pasti. Tapi kedisiplinan yang diajarkan oleh istri Mulawarman Ford ini selain disiplin waktu masuk kelas harus ontime disiplin lainnya adalah penggunaan handphone. Yup, selama belajar di kelas di kampus Universitas Sydney, tidak ada satupun peserta termasuk professor kami yang boleh mengaktifkan hp, semua peserta harus focus dan disiplin mendengarkan pemateri serta rekan lainnya saat ia berbicara di hadapan kami semua dan syarat panjang dari ajaran disiplin lainnya adalah jangan berbicara saat rekan sedang berbicara atau sebelum diizinkan. Nah Loh !

Kebiasaan kedisiplinan ini kami dapatkan selama 2 pekan, alhasil kami termasuk saya pribadi yang sering sekali ingin nyeletuk atau bertanya atau sekedar berkomentar harus menahan diri dan menjaga stabilitas kedisiplinan ruangan kelas. Semua peserta difasilitasi sebaik mungkin oleh Prof Michele dan juga fasilitator kami Dr. Thushara Dibley yang lebih banyak memberikan materi untuk berkomentar, bertanya dan menyampaikan bantahan or klarifikasi jika ada agar setiap orang tidak terkesan memonopoli pembicaraan dan mendorong peserta lainnya yang awalnya terlihat nampak tenang dan malas berbicara untuk mau menyampaikan pendapatnya. 

Jangan salah, aturan kedisiplinan ini tak jarang masih sering menimbulkan kegaduhan kecil, jika sebahagian rekan kami khilaf dan tidak bisa menahan diri untuk bersuara dan sampai harus kena di tegur berkali-kali untuk diingatkan hahaha. Jangan Tanya apakah saya termasuk didalamnya peserta yang sering di tegur, soalnya saya akan menjawab “Perasaan sih nggak” hehehehe, atau iyah kali yah, hanya Professor Michele yang tahu haahahaa.

Profesor Michele menjelaskan secara detail tujuan membangun kebiasaan kedisiplinan melalui upacara handphone alias mematikan hp saat belajar dan berpendapat ketika diminta adalah upaya membangun sikap saling menghargai sesama. 


Sangat disayangkan, jika kesempatan yang didapatkan untuk belajar di Sydney ini dan difasilitasi sepenuhnya oleh Pemerintah Australia ini habis hanya untuk bermain smartphone di kelas padahal fasilitator atau pemateri sedang sibuk memberikan tambahan pengetahuan yang semuanya tidak bisa didapatkan di Indonesia, gangguan bunyi hp ini otomatis menganggu konsentrasi belajar. Berkomentar saat diminta adalah upaya membangun kesempatan yang sama dengan seluruh peserta agar semuanya belajar menyampaikan pendapatnya" Ujar Michele Ford

Jika forum belajar ini hanya dikuasi oleh dua atau tiga orang secara bergantian bersuara, maka yang lainnya hanya akan menjadi penonton fasif maka curah ide yang dibutuhkan tidak akan muncul dan jika pada saat yang sama semuanya ingin berkomentar, siapa yang akan di dengar. Semuanya harus mendapatkan kesempatan yang sama tanpa terkecuali". Tambah Professor dengan sangat serius saat menyampaikan ini kepada 26 peserta di kelas.

Bagaimana dengan kita di Indonesia saat belajar ? atau saat rapat ? atau saat ikut training ? smartphone anda hanya dalam posisi silence doang khan? hehehe. Dan kadang masih leluasa ngetik SMS atau menerima telpon sambil berlari keluar ruangan, Oh tidak, itu belum seberapa kawan. Cobalah kebiasaan “Upacara hape” ini di lingkungan kalian saat meeting atau mengikuti training apapun, biasakan aturan kedisiplinan ini dan rasakan perbedaannya.

Pesan moral dari membangun kebiasaan mematikan handphone ini saat belajar adalah kita menghargai waktu, rekan dan membangun kebiasaan yang baik untuk hasil yang baik pula tentunya, biar focus pada tujuan yang diharapkan, konsentrasi gak buyar hahahaha. Membangun kebiasaan kecil ini jangan diabaikan, karena hal kecil ini bisa membawa anda menjadi seseorang yang bisa menghargai orang lain dan orang lain pun akan menghargai anda. Sure ! Ayo bangun kebiasaan ini di lingkungan kita di mulai dari sekarang. Always Listening, Always Undestanding !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad