Lihat, Aksi Mulia Anak Polisi ini Mengubur Kucing Mati Yang Tertabrak Di Jalan - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Sabtu, 17 September 2016

Lihat, Aksi Mulia Anak Polisi ini Mengubur Kucing Mati Yang Tertabrak Di Jalan

Siang masih begitu panas usai pulang menjalankan kewajibannya sebagai seorang Polisi yang bertugas untuk melindungi dan mengayomi Masyarakat Kabupaten Pangkep. Bekerja sehari-hari sebagai Polisi di Mapolres Pangkep praktis sebahagian besar waktunya habis dilapangan mengatur keamanan arus lalu lintas baik pagi maupun petang, tak jarang ditugaskan pada tengah malam buta memantau keamanan lalu lintas dan mengejar pelaku balap liar sejumlah pemuda badung .

Namun, siang hari ini saat perut sudah mulai keroncongan Polisi yang bertugas di bagian Satlantas ini memutuskan pulang ke rumahnya di Labakkang untuk makan siang sekaligus menyapa anak dan istrinya. Makan siang di rumah jauh lebih hangat bersama keluarga meskipun itu tak rutin dilakukan dibanding harus menghabiskan sisa gaji bulanan di Warung Makan di Kota Pangkep.

Baru saja memarkir kendaraan di halaman rumah, anak lelakinya bernama Kevin langsung menyapanya dan berkata pada ayahnya yang sering dipanggil Tetta bahwa ia menemukan seekor kucing mati tertabrak di dekat rumahnya. Anak itu bertutur dengan begitu lugas bahwa ia sangat kasihan pada anak kucing tersebut, dengan wajah polosnya Kevin kecil berkata kepada tettanya untuk diambilkan linggis karena ingin mengubur sendiri mayat kucing lucu tak berdosa itu. Tanpa banyak bicara sang ayahnya pun bergegas masuk rumah dan mengambil Linggis yang diminta oleh anaknya.

Linggis sudah ditangan, Kevin kecil pun dengan penuh kesedihan menggali lubang di tanah untuk mengubur kucing yang mati karena tertabrak entah kendaraan siapa. Lokasi sekitar rumah Kevin memang cukup ramai karena terdapat salah satu sekolah tingkat atas SMAN 1 Labakkang, namun keprihatinan ayah Kevin adalah tak ada satupun siswa sekolah tersebut yang berinisiatif untuk memungutnya lalu menguburnya atau sekedar meminggirkannya agar tubuhnya tak hancur oleh kendaraan berikutnya yang bisa saja menggilasnya kembali, mirisnya juga jalanan tersebut dilewati setiap saat oleh sejumlah pelajar berseragam abu-abu ini.

Kevin kecil ditemani oleh sang adik menggali dan mengubur kucing ini hingga selesai, ayahnya sengaja tak membantu dan memilih untuk mengabadikan saja tindakan anaknya ini. Hatinya luluh dan tersentuh seketika melihat betapa hati anaknya begitu serius dan berhati mulia untuk usia anak yang masih duduk di bangku kelas 4 sekolah dasar di SDN 2 Labakkang.

Ah Kevin, bukan hanya Ayahmu juga Ibumu yang bangga. Saya pun begitu bangga dan kagum padamu, tidak semua anak seusiamu mau peduli untuk berempati pada makhluk Tuhan yang satu ini dan kesayangan Rasulullah kita. Ketika populasinya sabang hari semakin banyak, tak pelak banyak orang yang lebih tua darimu malah membuang anak kucingnya di pinggir jalan di tengah keramaian arus lalu lintas.

Kau tahun Kevin, maksud mereka membawanya kesana? Tak lain ingin membunuhnya. Kucing yang engkau temukan di dekat rumahmu pun, entahlah. Semoga bukan karena di buang dengan sengaja, melainkan hanya karena kelalaian dari pengendara yang tak melihatnya lalu menggilasnya, saya tidak bisa berspekulasi banyak tentang kronologi kematiannya. Mungkin Ayahmu sebagai seorang Polisi bisa mencari pelakunya, nak.

Berikut Foto-Foto Kevin Kecil Mengubur Anak Kucing Yang Tertabrak yang diabadikan oleh Ayahnya:





Kau tahu nak Kevin, betapa miris melihat banyaknya kematian kucing seperti yang engkau kubur barusan di pinggir jalan. Beberapa bulan lalu, saya pun menemukan 3 ekor kucing yang mati dengan mengenaskan di jalan raya karena tertabrak kendaraan, untung tubuhnya belum terlalu hancur sehingga saya hanya bisa meminggirkannya, lokasinya di Jalan Poros Kampung Bawang Lompoa Kecamatan Labakkang tak jauh dari bengkel Salim Motor, tepatnya di dekat rumah Wa Baba salah seorang tokoh masyarakat disitu. Saya hanya bisa meminggirkannya, tak sempat untuk menguburkannya seperti dirimu karena harus bergegas ke kantor.

Tiga malam lalu pun kau tahu nak Kevin, sepulang kerja saya menemukan lagi empat anak kucing yang dibuang tak jauh dari lokasi tadi, karungnya masih ada di jalan. Pelakunya pasti sengaja memasukkannya mereka dalam karung lalu membuangnya di pinggir jalan raya, bisa diprediksikan, jika anak kucing ini tak saya selamatkan, besok ketika melewati kembali jalan ini saat akan berangkat kerja maka tubuh mungil mereka pun akan hancur karena ketabrak.

Dengan penuh rencana keempat anak kucing ini akhirnya saya pungut dan saya masukkan kedalam kantong plastik hitam dan bergegas membawanya pulang ke kampungku Tarusang. Membawanya pulang ke rumah rasanya tidak mungkin, karena saya sudah memiliki 10 anak kucing yang sudah saya pelihara, maka keempat kucing ini pun saya simpan di dekat rumah tetangga, setidaknya mereka sudah bebas dari ancaman kelaparan dan lindasan kendaraan.

Kembali padamu Nak Kevin, semoga upayamu yang peduli terhadap kucing selalu terpatri dalam jiwamu. Semangatmu untuk menolong hewan kesayangan Rasulullah ini menginspirasi banyak anak dan tentunya orang yang jauh lebih tua darimu untuk sadar menyelamatkan hewan lucu ini dan tidak menjadi penyebab utama kematian mereka karena membuangnya. Sampaikan kepada temanmu nak, agar jangan menganiaya kucing dan pesankan pula ke temanmu agar bilang ke orang tua mereka tak lagi membuang anak kucing.*      

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad