Mahasiswa Universitas Sydney kunjungi Komunitas Binaan ‘Aisyiyah Pangkep - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Selasa, 19 Juli 2016

Mahasiswa Universitas Sydney kunjungi Komunitas Binaan ‘Aisyiyah Pangkep

Mahasiswa Universitas Sydney Jasmine Jaffar mengunjungi Komunitas Perempuan Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) di Kelurahan Anrong Appaka dan Desa Bowong Cindea Kabupaten Pangkep, Selasa (19/7). Adapun tujuan kunjungan tersebut dalam rangka melakukan penelitian singkat terhadap kemajuan kaum perempuan binaan salah satu organisasi perempuan Islam ‘Aisyiyah Pangkep dalam berbagai bidang seperti ekonomi, kesehatan dan kepemimpinan perempuan.  


Kunjungan mahasiswa Sydney di Pangkep akan dilaksanakan selama dua hari yakni tanggal 19 dan 20 Juli esok. Kegiatan diawali dengan kunjungan pertama di Kelurahan Anrong Appaka  yang diterima langsung oleh Pemerintah lurah setempat beserta Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Anrong Appaka, tokoh masyarakat, bidan pustu  dan puluhan ibu-ibu komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah Teratai Indah.

Dalam sambutannya Lurah Anrong Appaka Lukman Murtalak menyampaikan kebanggaannya akan kunjungan mahasiswa Universitas Sydney ini di kelurahan yang di pimpinnya guna melihat aktifitas pemberdayaan yang dilakukan oleh organisasi perempuan ‘Aisyiyah Pangkep.

“Atas nama pemerintah Kelurahan Anrong Appaka kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Pangkep yang telah memilih Anrong Appaka sebagai salah satu Kelurahan yang dikunjungi oleh Mahasiswa Sydney guna melihat kemajuan kaum perempuan di Anrong Appaka melalui binaan ‘Aisyiyah” Ujar Lukman

“Capaian yang dapat kami laporkan bahwa ibu-ibu yang tergabung dalam binaan Balai Sakinah ‘Aisyiyah khususnya bidang Kesehatan adalah semakin meningkatnya pemahaman dan kesadaran ibu-ibu untuk mau datang ke Pustu melakukan pemeriksaan cegah dini kanker serviks dengan suport dari Bidan Motivator Sitti Ramdhana. Dulu sebelum ‘Aisyiyah masuk, ibu-ibu begitu sangat sulit untuk dikumpulkan mendengar edukasi atau penyuluhan tentang kesehatan, dengan adanya komunitas BSA, hampir setiap bulan anggota BSA yang merupakan ibu rumah tangga ini berkumpul mendengarkan kampanye kesehatan ini. Dan bidang ekonomi juga saat ini sejumlah ibu-ibu juga sudah mulai mencoba membangun usaha kecil setelah mengikuti berbagai pelatihan pengembangan skil yang semuanya didapatkan di komunitas BSA ini seperti pelatihan membuat abon ikan, nugget, olahan sampah menjadi product bernilai ekonomi dan usaha konveksi” Jelas Lukman Murtalak.

Dalam sesi perkenalannya mahasiswa Sydney Jasmine Jaffar mengungkapkan kebahagiaan akan sambutan pemerintah Anrong Appaka beserta segenap ibu-ibu di Komunitas BSA Teratai Indah yang telah menerimanya dengan sangat baik dan ramah sekaligus dilibatkan dalam kegiatan komunitas.


“ Saya berterima kasih banyak atas sambutan Bapak lurah Anrong Appaka dan Ibu-Ibu BSA Teratai Indah yang begitu baik dan ramah menyambut kedatangan saya. Saya sangat senang berada di tengah-tengah kaum perempuan yang begitu hebat mengabdikan diri untuk saling memajukan perempuan di berbagai bidang kehidupan” Tutur Jasmine.

“Saya akan menceritakan apa yang saya dapatkan selama kunjungan di Pangkep, khususnya kegiatan yang dilakukan oleh komunitas ibu-ibu melalui pertemuan di BSA Anrong Appaka dalam mewujudkan kemandirian perempuan khususnya Ibu-Ibu rumah tangga dalam berbagai bidang seperti Kesehatan dan Ekonomi. Dan semoga kegiatan pemberdayaan ini terus dilanjutkan bersama ‘Aisyiyah” Tambah Jasmine.


Dalam sesi kunjungan Mahasiswa Sydney ini juga turut dirangkaikan dengan tanya jawab dengan sejumlah anggota BSA yang aktif bertanya kepada mahasiswa Sydney ini terkait konsep pemberdayaan perempuan di Australia, cara mengakses pendanaan pengembangan komunitas serta mendegarkan feedback langsung terkait tips konsep pengembangan product ekonomi perempuan di komunitas. Kunjungan hari pertama ini selain Anrong Appaka, kunjungan juga dilanjutkan di Desa Bowong Cindea tepatnya di PKM Bowong Cindea  sebagai salah satu PKM terbaik yang menganggarkan secara mandiri pemeriksaan IVA sebagai bagian dari cegah dini kanker serviks untuk perempuan miskin serta berdialog dengan sejumlah kader-kader ‘Aisyiyah penggerak komunitas di Desa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad