Sosok Bidan Inspiratif Peduli Kespro Perempuan di Komunitas - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Selasa, 17 Mei 2016

Sosok Bidan Inspiratif Peduli Kespro Perempuan di Komunitas

Hampir dua etahun program MAMPU masuk di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dengan sebagai upaya mempercepat peningkatan layanan Kesehatan Reproduksi di berbagai unit layanan khususnya di Kelurahan Anrong Appaka yang rutin melaksanakan edukasi seperti KB, Asi Ekslusif, JKN, Kanker Serviks dan Kanker Payudara. 

Dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan setiap bulannya di dua desa dan empat kelurahan sasaran program, ratusan lebih ibu-ibu di komunitas yang dinamakan Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) yang terbentuk merasakan manfaatnya.

Pelaksanaan Program MAMPU di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan tentu tidak dilakukan oleh lembaga saja namun menjalin kemitraan dengan berbagai pihak salah satunya adalah dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep dengan melibatkan para bidan-bidan di unit layanan sasaran untuk bertindak sebagai Motivator.

Bidan motivator inilah bersama dengan kader-kader 'Aisyiyah sebagai perpanjangan tangan aktifnya kegiatan di Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) termasuk di Kelurahan Anrong Appaka meninggalkan cerita tersendiri sebagaimana yang di rasakan oleh Bidan Ramdhana.

Kehadiran Program MAMPU ‘Aisyiyah dengan membentuk komunitas Balai Sakinah ‘Aisyiyah (BSA) hampir di semua dusun membuat dirinya semakin terpanggil untuk semakin aktif memberikan penyuluhan kepada kaum perempuan salah satunya terkait layanan KB Sehat.

Bidan Ramdhana saat memberikan penyuluhan tentang bahaya Kanker Serviks di BSA

Dulu sebelum program MAMPU Bidan Ramdhana hanya aktif memberikan pelayanan di Pustu ketika ibu-ibu datang ingin memeriksakan kehamilannya, memasang alkon dan konsultasi mengeluhkan dampak penggunaannya. Namun sejak masuknya program MAMPU bulan Juli tahun 2014 yang lalu saat bersama dengan Tim Manajemen Daerah berkoordinasi untuk membentuk komunitas BSA sebagai wadah berkumpulnya sejumlah ibu-ibu yang sehari-hari hanya bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga tanpa aktifitas lain dan kurangnya akses serta minimnya informasi terkait Kesehatan Reproduksi maka kehadiran komunitas ini menjadi wadah bagi Bidan Ramdhana untuk berbagi informasi kesehatan baik dalam bentuk penyuluhan atau edukasi preventif 5 issu ini juga sebagai upaya pendekatan layanan kespro kepada masyarakat. 

Hebatnya, Bidan Ramdhana menjalankan aktivitasnya tersebut dalam kondisi hamil besar saat itu. Ia tetap bersemangat mengendarai motor dari dusun yang satu ke dusun yang lainnya yang menjadi lokasi Balai Sakinah ‘Aisyiyah.

Sosok Bidan Ramdhana saat berada di Komunitas BSA Kelurahan Anrong Appaka
Bidan Ramdhana yang lahir di Bone 37 tahun yang lalu sehari-hari adalah Bidan yang bertugas di Pustu Kelurahan Anrong Appaka Kecamatan Pangkajene dan kini telah memiliki 2 orang anak semakin aktif mengkampanyekan kepada ibu-ibu dan perempuan lainnya yang datang ke Pustu dan juga anggota BSA yang terdapat di 4 Dusun bersama 10 kader andalannya.

Melalui kegiatan rutin Balai Sakinah ‘Aisyiyah Bidan Ramdhana atau yang lebih akrab di panggil Bidan Radha ini semakin aktif menberikan penyuluhan misalnya bagaimana cara ber-KB yang sehat karena tidak semua alkon yang digunakan sesuai dengan kondisi tubuh seorang Ibu. Selain itu alkon yang bervariasi menjadi pilihan yang bisa digunakan oleh kaum ibu apabila memiliki dampak atau efek samping yang berlebihan.

“Tidak terasa sudah hampir setahun program MAMPU ini berjalan dan saya semakin antusias untuk semakin aktif mendorong kaum ibu supaya tetap menjaga kesehatan reproduksinya, mengingat Kelurahan Anrong Appaka termasuk kelurahan yang penduduknya sangat padat dan sebelumnya masuk pada zona rawan untuk masalah kesehatan reproduksi,” ungkapnya.

“Kehadiran program MAMPU ini sungguh memberikan kontribusi besar bagi saya pribadi maupun dunia kesehatan di Kabupaten Pangkep, siapa menyangka saya yang setiap hari hanya memberikan pelayanan di Pustu bisa keliling kampung memberikan penyuluhan layanan KB, penyuluhan Kanker Serviks dan ajakan tes IV,” lanjutnya.

“Saya jadi ingin tertawa ketika pertama kali berkegiatan di BSA Beringin kampung Lekkoboddong usai memberikan penyuluhan KB, salah seorang tokoh masyarakat komplen karena keluarganya merasa tidak terdaftar menjadi anggota BSA untuk mendapatkan bantuan yang di persepsikan program MAMPU memberikan bantuan berupa uang layaknya bantuan sejenis PKH,” kenangnya akan salah satu kisah menarik dalam menjalankan aktivitasnya.

“Tapi untungnya bersama kader kita mampu memberikan penjelasan kepada beliau dan akhirnya istri dan anak beliau sudah sering mengikuti kegiatan BSA. Dan hari ini pelayanan IVa yang tidak pernah kami lakukan Alhamdulillah berkat program MAMPU ini bisa dilaksanakan dan bagi saya itu luar biasa,” Ujar Bidan Ramdhana sambil tersenyum-senyum menceritakan pengalamannya menjadi Bidan Motivator.

Harapan Bidan Ramdhana agar kedepannya Program MAMPU ‘Aisyiyah tetap eksis di Kelurahan Anrong Appaka agar anggota BSA di 4 Dusun tetap semakin aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan baik yang menyangkut bidan kesehatan maupun kegiatan yang bisa menggerakkan perekonomian keluarga berupa pelatihan-pelatihan Industri Rumah Tangga. Apa yang dilakukan oleh ‘Aisyiyah yang juga mendapatkan dukungan yang besar dari Pemerintah Kelurahan menjadi spirit tersendiri bagi Motivator, Kader dan masyarakat khususnya kaum perempuan untuk tetap ber-BSA. (Nn)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad