Bidan Syalmiah; Bebaskan Kaum Perempuan dari Kanker Serviks - Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Selasa, 17 Mei 2016

Bidan Syalmiah; Bebaskan Kaum Perempuan dari Kanker Serviks

"Perempuan sebagai kaum ibu yang memiliki kewajiban menjalankan kodratnya seperti melahirkan anak, menyusui dan mendidik anak hingga sukses tentu bukanlah pekerjaan yang mudah. Meski Ibu bisa melakukannya dengan baik, tapi ada satu hal yang lupa bahkan kemungkinan tidak pernah dilakukannya apalagi jika bukan menjaga kesehatan reproduksinya” Ujar Bidan Syalmiah di tengah-tengah pemaparan materinya di Balai Sakinah ‘Aisyiyah Ummul Mukminim Desa Bowong Cindea. 
Bidan Syalmiah Syam saat Penyuluhan di BSA Desa Bowong Cindea
“Bayangkan ibu, jika kita sakit, terkena kanker atau penyakit lainnya yang berhubungan dengan organ intim kita sebagai perempuan, kira-kira apa yang terjadi ? Alhamdulillah jika suami mau merawat dan memperhatikan saat kita sakit, jika tidak dan suami malah berpaling ke perempuan lain tentu itu sangat menyakitkan. Sehingga kesehatan reproduksi khususnya organ intim sangat penting untuk diperiksa supaya keluarga tetap bahagia dan harmonis. Selain itu Ibu juga harus melibatkan suami dalam pemilihan alkon, jangan ibu yang ber-KB sakit kepala, kegemukan dan mungkin pendarahan akibat pemilihan alkon yang tidak tepat dan Ibu merasakan sendiri penderitaannya. Padahal suami juga bisa ber-KB misalnya menggunakan alkon kondom” tutur Bidan Syalmiah sambil tersenyum di hadapan para ibu-ibu anggota BSA.

Perempuan kelahiran Pangkajene 11November 1978 ini berprofesi sebagai bidan sejak tahun 1997 dan mulai bergabung menjadi menjadi Bidan Motivator melalui Program MAMPU ‘Aisyiyah bulan Agustus tahun 2014 yang lalu dan concern hingga jelang 1 tahun program berjalan di tahun 2015 ini mengkampanyekan 5 issu seperti KB, ASI Ekslusif, JKN, Kanker serviks dan Kanker Payudara melalui penyuluhan dan sosialisasi ke BSA yang satu ke BSA lainnya di desa Bowong Cindea. 

Penyampaian Bidan Syalmiah dihadapan Kedubes Australia terkait Kemajuan Layanan Kespro MAMPU
“Sejak pertama bergabung melalui Program MAMPU ini, ada beberapa perubahan yang sangat berbeda yang saya rasakan. Dulunya saya sebagai bidan hanya aktif di Puskesmas sebagai kasi KIA dan lebih banyak melayani pemeriksaan ibu hamil dan pelayanan KB di Puskesmas, alhamdulillah dengan hadirnya BSA-BSA sebagai wadah berkumpul ibu-ibu menjadi semakin dekat dengan para kaum ibu di 5 dusun, dan tentunya lebih mudah memberikan informasi terkait bagaimana upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan dan secara langsung anggota BSA bisa berkonsultasi baik masalah dampak penggunaan alkon, penyebab kanker serviks dan payudara dan mendorong kaum ibu mau melakukan pemeriksaan IVa di Puskesmas” tutur Syalmiah

Istri dari Basran ini juga terkenal diantara rekan-rekannya paling aktif menyuarakan upaya mendorong kebijakan pemerintah daerah melalui dinas kesehatan untuk menjadikan Puskesmasnya sebagai Puskesmas Kespro agar kedepannya para kaum perempuan di Desa bisa lebih mudah memeriksakan dirinya dan mencegah lebih dini kanker serviks sebagai kanker yang paling mematikan bagi perempuan. 

“Kadang ketika di beri kesempatan bertanya melalui rapat atau pertemuan baik di lingkup Dinas Kesehatan maupun rapat IBI di Kabupaten dan Provinsi, saya selalu mencoba menyampaikan kepada pihak terkait bagaimana kedepannya Puskesmas menjadi pusat pemeriksaan Kespro, sehingga Program MAMPU ini sebagai salah satu jembatan jika masa programnya telah habis, kami tetap dapat membantu melayani anggota BSA dalam pemeriksaan IVa dan pemeriksaan kespro lainnya”. Ujar Ibu 2 Putra ini yang saat Dialog terbuka dengan Bupati pangkep akhir April yang lalu juga menanyakan hal yang sama kepada Bapak Bupati Pangkep.

Tidak ada kata berhenti belajar dan belajar menjadi motto tersendiri bagi Bidan Syalmiah. Anak kedua pasangan H. Syamsul Alam Puang Nyonri dan Hj. Rosmiati ini tidak membuatnya puas begitu saja. Hal ini ditandai dengan tercatatnya Bidan Syalmiah sebagai Mahasiswa S2 sekaligus menjadi dosen di salah satu STIKES di Kota Makassar. 

“Selama kita masih sehat dan mampu berbuat, maka keinginan untuk terus belajar tak pernah padam. Melalui Program MAMPU yang menyalakan harapan serta semangat untuk semakin aktif  untuk sesama dan semoga Ilmu yang saya dapatkan di bangku kuliah menjadi bahan pengetahun untuk saya share ke ibu-ibu di komunitas dan bidang pekerjaan saya sebagai bidan di Pangkep sebagai upaya peningkata kualitas kesehatan kaum ibu”. Tutupnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad