Perempuan Pangkep

Hot

Post Top Ad

Post Top Ad

Jumat, 02 Februari 2018

Jangan Sakit, Kamu Gak Akan Kuat, Sumpah ! Aku Juga Begitu

07.09.00 0
Jika engkau bersyukur, maka Allah akan menambah rezkimu dari arah yang tak terduga-duga. Subhanallah yah !

Mungkin itulah kenapa Tuhan selalu meminta kepada hamba-hambanya untuk senantiasa bersyukur dalam menjalani kehidupannya. Terlepas ada begitu banyak tantangan atau yang namanya rintangan yang akhirnya kita klaim itu sebagai ujian, cobaan atau mungkin ‘hukuman’ pelebur dosa pun kuncinya tetaplah bersyukur. Bersyukur baik dalam keadaan lapang sekalipun sempit versi dirimu.

Dari sekian banyak hal yang patut disyukuri atas segala nikmat Allah adalah perkara kesehatan. Kita baru bisa sadar sepenuhnya (kalau kemarin-kemarin sih baru sadar setengah-setengah, belum siuman full) bahwa sehat itu mahal, bahwa sehat itu sangat berharga saat anda sudah jatuh sakit.

Lu punya mimpi setinggi langit, sedalam lautan dan sekuat bumi kalau lu jatuh sakit, semuanya dikali nol. Dan kalau kamu beralasan akan ada orang lain yang akan membantumu, itu kredit pointnya berbeda lagi yah.

Mungkin inilah yang kini aku rasakan (mirip lirik lagu yah).

Berawal dari batok biasa, flu biasa, ngerasa panas-dingin tapi tetap dipaksakan dengan stamina 100 % melakukan pekerjaan endingnya drop juga pun pekerjaan ini adalah passionku jadi semuanya saya jalankan dengan penuh cinta, eaaaa.

Terlalu ‘total’ dalam bekerja juga mungkin harus dipikirkan ulang lagi apalagi jika sudah menyangkut kesehatan, ah tapi yang namanya mental ‘workholic’ bawaannya tetap ajah gak bisa diam karena ngerasa kurang sreg jika gak menghandle sendiri tugas dan tanggung jawab itu. Yah begitulah kadang-kadang kalau terlalu menuntut 'perfectionist' untuk semua urusan, halah. 

Padahal ini juga sudah di support sama anak-anak tim yang lain tetap ajah pemikir dan pekerja porsi bebannya berbeda.

Tapi satu hal yang menarik bahwa seorang pekerja yang berupaya menjunjung profesionalitas kerja, maka urusan ‘sakit’ sesungguhnya bukan sebuah alasan besar sih untuk menghindar dari tanggung jawab, nah loh.

Ini kayak ajang Indonesian idol atau ajang lomba dangdut academy yang pesertanya sekalipun sakit tetap harus menunjukkan penampilan yang terbaik diatas panggung. No Excuse, right !

Bahkan yang keren, sekalipun lu sakit, lu tetap bisa menghandle itu menggunakan android ditangan melalui percakapan aplikasi Whatsapp, hahahaa.  

Tapi sungguh kenyataan macam ini, bikin waktumu yang seharusnya istirahat total gak mikirin kerjaan malah gak bisa istirahat, plus pikiranmu yang khawatir jika pekerjaanmu bermasalah, endingnya bakal balik ke kamu juga.

So, bersyukurnya situasi sakitku bukan kategori sakit parah,  ayyee ! meski sakit ini menyiksa disaat malam karena panas dingin campur batuk yang bikin tenggorokan rasanya mau meledak dan nafsu makan yang turun drastis (yeee…..gak perlu diet mati-matian untuk turunin berat badan, sakit sehari langsung turun 2 kg kali 2 hari, kali 3 hari, ya ampuuuunnnn, NO! patahkan mimpi punya badan sebagus Katrina Kaif, hikz), pas ngeliat wajah dan badan dalam cermin serasa seperti mayat berjalan oh my god, padahal baru sehari loh ini. Bakso langgananku saja gak bisa dinikmati dengan baik rasanya tuh pahit bang, pahiiiiiiiit.

Sumpah, Saya lebih milih Sehat ya Alloh.

Gak papa banyak tugas dan tanggung jawab, semuanya aku kerja meskipun perhatianku pada si catty semakin berkurang, hikz. Aku juga janji ya Alloh untuk mulai komsumsi Multivitamin biar gak jatoh sakit lagi, gak hanya mikirin yang namanya makan bakso ajah, sing penting sehat ya Alloh, sehaaaaaaat.

2 hari ini akan kujadikan hari libur pure libur buat istirahat (yah kalau sanggup sih mengabaikan telpon, pesan dan sejenisnya, rasanya ini yang sulit aku jamin, hahahaa), biar hari senin bisa kembali fit menjalankan tugas dan tanggung jawab.

Pun sekarang saat nulis blog ini udah agak lumayan sih setelah mengkomsumsi air putih dan vitamin. Yah berharap sebentar malam atau larut malam nanti panas dingin gak kumat lagi sih. Setelah sebelumnya sudah dapat pencerahan obat dari Emma Bidanku yang cetar untuk banyakin minum vitamin C, air putih dibanyakin, madu dan lainnya udah ta' siapin semua dah untuk melawan rasa sakit ini, duh. 


Kalau yang ngebaca blog gua, yang ngefans sama gua, pengen jenguk, sumpah gak usah, gua gak butuh itu, gua hanya butuh do'a dari kalian hahahahaha sekaligus pengingat bagi kalian, please kamu jangan sakit yah, kamu gak akan kuat. Aku ajah gak kuat, padahal kata orang aku ini wonder woman loh. 


Simaklah nasihat klise tapi bermakna ini Lebih baik mencegah deh daripada mengobati dan yang terpenting tetaplah bersyukur, ingat jagalah sehatmu sebelum jatuh sakit karena dengan sehatlah engkau mampu mewujudkan banyak mimpi, baik untuk kepentinganmu maupun untuk kepentingan banyak orang, itu.   
Read More

Sabtu, 27 Januari 2018

Perempuan Egois Itu Layak Kamu Pertimbangkan Jadi Calon Istri

20.03.00 0
Jika kamu lelaki dan pernah melakukan pendekatan dengan seorang perempuan yang keras kepala bin egois, saya mau nanya, bang gimana rasanya ? apa yang berbeda dari sosok perempuan ayu, cantik dengan bibir memerah dan senyum yang digulung itu?

Kata sebahagian teman yang mengenalku, saya perempuan egois, keras kepala dan susah diatur. Please, itu hanya kata mereka yang melihatku dari satu sisi. Sebenarnya saya malas menjelaskan siapa diri saya, cukuplah kalian searching di mesin pencari dengan mengetik Nhany Rachman Khan maka sejumlah cerita dan photo aktifitasku akan terpampang bak artis pemain wonder woman Gal Gadot, cihuuuy.

Status Jomblo’ yang diikuti betapa rumitnya menjalani sebuah hubungan yang tak masuk akal dibenakku plus kenyamanan menikmati kesendirian ini dengan sejumlah aktifitas social dan pemberdayaan perempuan menjadikanku sebagai bahan empuk bullyan dan juga jadi bahan yang cukup seksi untuk dijadikan materi do’a usai sholat lima waktu dan sholat sunnah oleh teman-temanku yang tergabung dalam Gerakan Solidaritas Do’a untuk Para Jomblo yang digawangi oleh salah seorang senior kami dalam dunia peraktifisan di daerahku.



Pernah salah seorang teman dekatku bertanya, apa sulitnya sih dirimu menemukan jodoh ? yah meski tak secantik Raisa atau Dian Sastro dan tak secerdas Najwa Shihab, setiap perempuan pasti punya fansnya masing-masing, berangkat dari pernyataan klise bahwa ‘cantik itu relatif’ dan sungguh jika ingin jujur kacang ijo sih aku pun demikian.

Lantas apa yang membuatnya sulit ?

Setelah mempelajari kisah cintaku, akhirnya saya menarik kesimpulan bahwa semuanya selalu berakhir tragis dengan keputusan egois dariku. Untuk yang satu ini, tolong percayalah padaku. Sungguh saya yang memutuskan untuk NO pada mereka loh, bukan diputuskan, kalau ditinggal nikah duluan iyah, bener hahaha.

Jadi begini, semakin kesini saya semakin menyadari bahwa jodoh itu di tangan Tuhan, bahwa jodoh itu tidak akan tertukar seperti sinetron Nikita Willy yang hits Putri yang tertukar, ini hidup bukan sinetron bahwa yang namanya kematian, reski dan jodoh sudah tercacat dalam buku besar sang sutradara terbaik gusti Allah Swt. Cukup sampai disitu, jangan dilawan.

Lah, jodoh khan harus diusahakan ? yah itu benar, diusahakan bukan berarti semua harus diterima mentah-mentah bukan saat mengenali calon pendamping hidup kita. Ini kita pengen bangun hidup berumahtangga selamanya dengannya hingga maut memisahkan dengan cinta dan kasih sayang bukan hidup sementara atau coba-coba, kalau gak cocok yah cukup bubar di meja persidangan. Meski sebahagian pasangan juga banyak yang sukses tanpa harus melewati prinsip macam saya ini.

Faktor yang paling menganggu sih memang karena perempuan egois jenis saya kadang egoisnya tinggi, kurang sabar, keras kepala dan suka perang dulu dengan diri sendiri dan calon pasangan untuk menentukan sebuah keputusan YESS or NO.

Misalnya situasinya begini. Saat dia lupa memberikan kabar dalam satu hari penuh. Maka karakter jenis saya yang memang orangnya mudah khawatir dengan calon pasangan akan marah-marah, ngambek dan gak jelas dan akan terus bertanya dan menyerang sedemikian rupa untuk mendapatkan jawaban darinya. Itu pun jawabannya harus masuk akal, kalau enggak selesai. Ngambek bersambung deh malah berujung bubar, kalau lakinya gak sabar.  

Bayangan paling esktrim jika pernikahan perempuan egois bin keras kepala macam saya ini harus berdebat dengan suami saat memutuskan antara punya anak 1 atau 2 misalnya. Saya khawatir anak ini justru tidak akan lahir ke muka bumi ini hanya karena waktu habis dipakai untuk berdebat di tempat tidur.

Atau saat suami sok-sokan pengen romantis nganterin ke kantor lalu dijawab  oleh saya

“Gak usah Mas/Kakak, aku bisa sendiri, bisa bawa motor sendiri kok”  Dan aku pun berlalu dengan kecepatan tinggi yang membuat suami geleng-geleng kepala dan rambutnya terbang tak beraturan menutupi wajahnya.

Ini belum urusan pulang malam karena tuntutan pekerjaan misalnya saat suami menelpon menanyakan keberadaanku dan ingin makan malam bersama di rumah dan pekerjaan masih menahanku dikantor dan tanpa merasa bersalah menyuruh suami untuk makan malam sendiri, masya Alloh jadi istri macam apa saya ini nantinya.

Membayangkan situasi ini sungguh membuatku semakin sulit saja memutuskan sosok pendamping macam apa yang akan mendampingiku menghabisi masa tuanya bersamaku. Bisa kuprediksi, jika ia mampu bertahan dengan sikapku dan mengubah cara pandangku tentang rumitnya pernikahan dengan perempuan egois bin keras kepala, maka disitulah aku mungkin telah takluk dengan keegoisanku dan pikiran yang menyanderaku, karena rasanya berat membangun hubungan dengan kepura-puraan tanpa kejujuran dari dalam hati. 



Read More

Ceker Ayam Nasu Ladang Yang Bikin Taubat

09.43.00 0

Kreatifitas owner D’Corner yang lagi sibuk ‘hijrah’ dan padatnya jadwal kampanye kebajikan yang ia lakoni di facebook tetap selalu punya ide unieq untuk mengembangkan usaha warkopnya yang fenomenal itu dengan berbagai menu pilihan bagi pengunjung setianya.

Nah, jika tahun lalu D’Corner ini punya menu Soto Ayam, King Kone Pizza dan aneka menu lainnya yang menggemparkan jagad Facebook Pangkep, maka hal yang sama diawal tahun 2018 ini kembali punya menu andalan baru Ceker Ayam Taubat Nasu Ladang dan seminggu terakhir menu ini sudah hits banged promonya di social media facebook. Bahkan sudah masuk jadi trending topic facebook, loh.  


Melihat gambarnya saja anda sudah merasa kepedesan, namanya saja nasu ladang berbahan ceker ayam yang dibumbui dengan siraman cabe dahsyat entah berapa biji, hanya pembuatnya yang tahu bukan tempe.

Sebagai pecinta makanan pedas, menu ini cukup membuat saya tertarik untuk segera menikmatinya. Bukan karena promo gila-gilaan yang dilakukan ownernya di facebook atau di group Whatsapp kami yang legend KOPI DARAT, melainkan memang saya pecinta makanan pedas dan hobby berburu Culinary Unieq.



Alhasil, niat makan Ceker Ayam ini ternyata cukup membuat gaduh penghuni group KOPI DARAT, semuanya sepakat mau menikmati ini bersama-sama selepas sholat jum’at (26/1) di sudut Stadion Andi Mappe.


Bukan apa-apa sih, saya sebenarnya mau datang sebelum jum’at ke D’Corner bersama adik tingkat alumni Unismuh, apa daya ayamnya kata ownernya belum ditangkap di kandang yang terletak di pegunungan Tondong Tallasa sana, apalagi diolah, belum lagi pemiliknya Ustad Asran Idrus ini masih berjibaku di Mesjid Quba ngurusin ummat persiapan Jum’atan. (Silahkan bayangkan sendiri situasinya yah).

Sebenarnya lagi, janjian penghuni group untuk makan siang bareng ini cukup merisaukan saya pribadi.

Kata psikolog, saya mengalami trauma akut yang namanya janjian dengan para pesohor group ini.

Dari jaman Om Setya Novanto belum nabrak tiang listrik hingga sekarang sudah mendekam di hotel prodeo KPK, semua jenis janjian kami di group selalu dikali Nol alias Hoax.

Jangan berfikir ada keseriusan didalamnya. Semuanya dusta belaka. Seperti dusta seorang lelaki kepada kekasihnya, hikz.

Saya pun kadang terheran-heran, mereka nyangkut dimana yah, setiap kali mereka mengatakan OTW, sudah di lampu merah, sudah di tol, sedikit lagi nyampai tapi kenyataannya mereka tak pernah nyampai di lokasi tempat kami janjian. Hebat bukan ?

Ah, jadi berupaya untuk percaya bahwa mereka akan bener-bener datang untuk nonkrong dan makan siang bareng dengan menu ceker ayam ini seolah seperti menyekutukan Tuhan.

Tapi yang namanya kehidupan yang terus bergulir, dan mungkin inilah hikmah yang namanya Jum’at berkah. Entah hidayah apa yang baru saja mereka terima hingga akhirnya penghuni group ini benar-benar datang ke D’Corner. Padahal jam terbang mereka memang sangat tinggi, mereka tersebar di berbagai benua di belahan dunia ini.

Meski pertemuan ini minus Editor Media Online yang namanya sulit untuk disebut Alagraph Badauni dan Karyawan salahsatu perusahaan milik wakil president RI Toyota Kalla si Daus, tapi itu tidak menyurutkan semangat mereka yang ingin menikmati Ceker Ayam Nasu Ladang yang kemungkinan akan membuat mereka taubat berkepanjangan dengan rasa pedasnya.

Jika penghuni Group fenomenal KOPI DARAT saja mau makan Ceker Ayam D’Corner, bisa dipastikan rasanya pasti uenak, mantap dan mengigit.

Bayangkan saja, saya yang paling awal datang ke warkop ini dan bertemu ownernya lalu disusul setengah jam berikutnya oleh anggota yang lain tetap saja membuat kami menunggu nyaris dua jam menunggu pesanan kami. Luar biasa, bukan ? ini yang jarang terjadi dan hanya D’Corner yang bisa melakukan ini.

Menu special ini ternyata harus diracik sedemikian rupa oleh chef andalan sebelum akhirnya dihidangkan kepada pengunjung setia KOPI DARAT dan alhasil sumpah itu gak mengecewakan kawan.

Udin Journalist, tau khan ? sosok yang lihai banged berburu berita sambil nyanyi di jalan ini  makan ceker ayam Nasu Ladang 5 porsi.


Atau Misbah Maggading yang hidupnya selalu kere ini dan selalu menghindar saat diminta mentraktir anggota group dan cintanya selalu ngenes karena ditolak cewek mulu dan kisah terakhir ia ditinggal nikah sama mantannya ini sukses menghabiskan 6 porsi ceker dan bakso Nasu Ladang.

Belum lagi Manager Logos Ramez yang saat ini sedang sibuk mengembangkan kerajaan bisnisnya bersama istrinya ini menghabiskan 7 porsi Ceker dan Sayap Nasu Ladang.


Nah si Mbak Haniah aktifis perempuan yang care banged dengan persoalan kepulauan Pangkep ini menghabiskan Sayap Nasu Ladang sampai 9 Porsi.

Arman Pio dan President Archutisme, sukses berduet menghabiskan Ceker Ayam Nasu Ladang ini 7 Porsi.


Adik tingkat gua Rosmaida harus puas dengan 1 porsi saja.

Please, percaya itu semua dan jangan tanyakan berapa porsi yang saya makan. Saya sepertinya agak sulit menjelaskannya panjang kali lebar, cukuplah lihat postur saya yah yang semakin lebar saja dari hari ke hari.

Satu yang pasti bahwa Ceker Ayam D’Corner ini sukses membuat kami taubat Nasu Ladang dengan kepedesannya.

Sehingga merugilah, bagi mereka warga Pangkep yang belum mencobanya. Coba sekali, rasanya pengen lagi loh.


Jangan sampai kalian menyesal, mengingat menu ini diperkirakan hanya akan bertahan selama bulan Februari saja. Bukan karena gak laku, tapi ownernya akan membuka menu baru lagi loh yang lebih bombastis. Bahasa bugisnya sih ini Limited Edition. 
Read More

KOMPAK gelar Sosialisasi Perbup IMD dan ASI Eksklusif

08.21.00 0
Dalam rangka meningkatkan cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan ASI Eksklusif KOMPAK Sul-sel bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep beserta sejumlah para pihak sukses mendorong lahirnya Peraturan Bupati Pangkep No. 35 tentang IMD dan ASI Eksklusif di tahun 2017.



Guna mensosialisasikan Perbup tersebut, KOMPAK juga melaksanakan workshop terkait Implementasi Perbup tersebut dengan mengundang pihak terkait seperti Dinas Kesehatan, Bappeda, Kepala Puskesmas, Rumah Bersalin, PKK, ‘Aisyiyah, Muslimat, KPI dan Kemenag selama dua hari 23-24 Januari 2018 yang dilaksanakan di Aula Penginapan Celebes.



Dalam kegiatan pembukaan tersebut Dinas Kesehatan Pangkep yang diwakili oleh Kabid Binkesmas Hj Herlina menyampaikan dukungannya untuk mensosialisasikan dan mengkampanyekan pentingnya IMD dan ASI Ekslusif bagi masyarakat mengingat di Pangkep sendiri cakupan IMD dan ASI Eksklusif masih sangat rendah.

“Peran stakeholders dalam mensosialisasikan implementasi Perbup ini sangat penting untuk kita lakukan bersama-sama, agar masyarakat sadar dan mau melakukan IMD dan ASI EksKlusif. Peran kader atau konselor ASI juga harus dimaksimalkan perannya untuk mendukung cakupan IMD dan ASI ini, kita berharap tidak ada lagi Unit Layanan Kesehatan yang menyarankan para ibu yang menyusui dengan susu formula kecuali pada situasi atau kondisi medis tertentu” Ujar Herlina

Lebih lanjut, Herlina mengatakan dengan hadirnya Perbup ini para pihak bisa membantu mengimplementasikan suksesnya kaum ibu melakukan IMD dan juga ASI Ekslusif agar generasi mendatang bisa tumbuh sehat dan kuat sebagaimana manfaat ASI Eksklusif 0-6 bulan dalam membentuk karakter anak. 


Dalam kegiatan tersebut juga disepakati sejumlah kegiatan yang akan dilaksanakan sebagai bentuk aksi bersama dalam rangka memeriahkan Harlah Pangkep yang jatuh pada tanggal 8 February mendatang diantaranya launching komunitas Bapak Peduli ASI serta Komunitas Pendukung IMD dan ASI Eksklusif yang akan didukung oleh Bapak Bupati beserta Wakil Bupati Pangkep. 
Read More

Senin, 18 September 2017

Kematian Wuchink, Kenangan dan Seuntai Do’a

05.38.00 0
Jam menunjukkan pukul Sembilan pagi lewat. Saya baru bangun dari tempat tidur setelah Joroo melanda dan menyulitkan saya terbangun gesit, cukup berbeda pada pagi sebelumnya. Saya menuruni tangga rumah dan bergegas menuju kamar mandi untuk cuci muka minus sikat gigi.


Emakku tiba-tiba menyahut dan memberikan sejumlah laporan kalau Jodha yang kabur dari rumah belum pulang dan Whucink Besar mengalami mual dan muntah-muntah, entah salah makan atau mungkin terlalu kekenyangan.

Dari kedua laporan tersebut, saya focus ke laporan kesehatan Whucink Besar yang memang sudah sebulan lebih kondisi tubuhnya yang sudah renta membutuhkan perhatian khusus.

Mataku akhirnya tertuju pada bokong whucink yang Nampak menyembunyikan sebahagian badannya di bawah lemari tempat dimana emak menyimpang perkakas rumah tangganya.

Kuhampiri dia, dan mengangkatnya untuk berpindah ke lantai yang lebih bersih. Dia mengeong dengan suara pilu. Seolah matanya berkata padaku

Saat Whucink Sakaratul Maut 

“ Mak, aku sakit, aku sepertinya tidak kuat lagi ”

Kuelus-elus kepalanya dan kukatakan padanya untuk tetap tenang dan segera aku beri makan, kuberi susu sehat merek beruang yang sering saya berikan kepada kucing-kucingku kalau lagi gak fit atau nafsu makannya berkurang sambil mencari vitamin.

Saya sempat berpikir jangan sampai whucink besar ini cacingan sampai muntah begitu, tapi disanggah ibu melainkan penyebab muntahnya karna factor lain.

Saya sadar usia Whucink besar yang sudah tua dan kondisi tubuhnya yang semakin melemah turut menjadi factor bahwa sakit whucink ini memang salahsatunya karna sudah tua, jadi sering sakit-sakitan dan lemes.

Yup, sekitar tahun 2009 yang lalu untuk pertama kalinya dia datang ke rumahku bersama saudara kembarnya. Entah darimana? Pokoknya, dia langsung masuk rumah tanpa permisi.

Melihat dua ekor kucing ini datang, awalnya emak cuek bebek saja sepanjang mereka ini gak bikin ulah, hingga akhirnya tragedy ikan goreng yang dimasak emak raib dimakan oleh keduanya.

Emak ngamuk luar biasa dan saat tak lagi di rumah karna berangkat kerja, emak membuang mereka tak jauh dari rumah, di ‘ropo-ropo’ dekat pekuburan tua sebelah timur kampung kami Tarusang.

Kalian bisa membayangkan ekspresi saya saat pulang ke rumah dan mendapatkan kabar tersebut.

Mengamuk ke emak ? yah itu saya lakukan, mengamuk sambil nangis kemudian berlalu menuju pekuburan sana dan akhirnya saya menemukan keduanya, naas salahsatu diantara mereka telah mati, hikz dan yang bertahan itulah Whucink Besar.

Kucing ceking dengan mata yang nyaris buta saya bawa kembali pulang ke rumah, kurawat dia dengan segenap jiwaku, menjadi teman disaat galau, menemaniku tidur, menganggu emak, nenek dan tettaku hingga dia menjadi kucing kesayangan keluarga Rahman Daeng Situju.

Waktu terus berlalu, Whucink pun ingin berkembang biak dan memutuskan membina rumah tangga dengan kucing tetangga sebelah rumah yang bernama Ayu.

Yeah saya menamai istri Whucink dengan nama Ayu Meong dan saya pikir mereka saling mencintai satu sama lain untuk beberapa waktu lamanya terbukti dengan lahirnya anak-anak mereka yang lucu ini kemudian menjadi cikal bakal kenapa Nhany Rachman Khan sangatlah senang dan sayang bahkan masuk kategori bahagia ukuran dunia memiiki kucing-kucing seperti mereka.

Pasangan ini melahirkan anak kembar 4 kalau g salah ingat, yang akhirnya kuberi nama Nakula, Sadewa, Mueza, Paul, Zaskia yang akhirnya melahirkan Jodha.

Anak dan Cucu Whucink Besar 
Pun Jodha akhirnya melahirkan banyak anak dan yang masih bertahan hingga sekarang ada Jalal, Jalil, Jeny, Joy dan sebahagian lainnya kakak Jeny, cs telah mati karna sakit, semuanya karna sakit akibat virus.

Cucu Uchink besar yang telah mati dan meninggalkan kesan mendalam dan rasa pilu diantaranya ada yang kami beri nama Inchi, kucing lainnya anaknya Whucink kesayagan emakku bernama Nakula. 

Yah Nakula ini mati karna sakit, dan saat saya sedang dalam perjalanan mengantarkannya ke dokter hewan untuk memeriksakan keadannya, Nakula menghembuskan nafas terakhirnya. Ah, situasi saat itu memang menyedihkan, lama tak say hello dengan mereka di rumah, karna sibuk ngurus kerjaan, mengurus pelatihan yang panjang, akhirnya Nakula mati dalam perjalanan tepat di kampung coppeng-coppeng, hikz.

Salah satu kenangan yang tidak akan mungkin keluarga kami lupakan adalah saat tettaku mengalami kecelakaan tahun 2012 yang lalu. Saya dan emak harus pontang-panting ngurusin berbagai keperluan tettaku di RSUD Pangkep hingga harus menginap sebulan lamanya di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo setelah tettaku koma selama 2 minggu.

Kalian tau, siapa yang menjaga rumah kami ? jawabannya adalah Whucink besar, jauh sebelum anak-anaknya lahir. Maklum, kami dirumah memang hanya bertiga saja, tettaku saya juga emak plus Whucink Besar sih yang akhirnya telah menjadi bagian keluarga kami.  

Hingga bulan september tahun 2017 ini, Whucink besar tepat hampir 9 tahun lamanya menemani kami, ada banyak kenangan yang tidak akan tuntas jika harus diceritakan dalam tulisan ini.

Namun, hari Jum’at, 15 September 2017 pukul 09 malam lewat, Whucink Besarku menghembuskan nafas terakhirnya.

Saya menyaksikan betul bagaimana whucink sakaratul maut, dia nampak terengah-engah, tatapan matanya kosong dengan pandagan satu arah, sesekali saya melihat matanya mengeluarkan air mata lalu aku hanya mengusapnya dengan tissue.

Saya, tettaku dan emak sungguh dilanda rasa sedih yang mendalam. Hampir sejam lebih saya mendampinginya, menangis didekatnya sambil sesekali mengelus kepalanya sembari berdo’a dengan penuh harap sekiranya Tuhan masih berkenan memberikan umur yang panjang untuknya, semoga segera sembuh, pun jika tidak, saya tetap bahagia jika Whucink kembali kepadaNya di hari Jum’at yang penuh berkah ini.

Kuambil hapeku, kuperdengarkan bacaan ayat suci alqur’an padanya. Saya menggambarkan Whucink Besar masih cukup berat juga meninggalkan kami sekeluarga, mungkin dia masih meloby malaikat maut untuk memberinya sedikit waktu untuk mengucapkan perpisahan dengan kami.

Saya tau dia melihat bagaimana dukaku atas keadaannya malam itu. Hingga tak butuh lama, perutnya tak lagi menunjukkan ada gejala kehidupan disana. Matanya Nampak bersih, bulatan hitam juga tak terlihat lagi dimatanya, ah Whucink telah meninggalkanku….

Tuhan sungguh telah memanggilnya untuk selama-lamanya. Kami sekeluarga sangat sedih, tangisku pecah tak berdaya melihat kucing kesayanganku yang sudah terbujur kaku tanpa nyawa lagi.

Oh Tuhan, terima kasih engkau telah menitipkan makhlukmu yang lucu ini selama kurang lebih 9 tahun lamanya bersama kami dan aku berusaha ikhlas dan pasrah atas kehendakmu yang lebih mencintainya dengan memanggilnya kembali  ke sisi-Mu.

Tak ada harapan yang paling indah yang bisa aku panjatkan selain “please Tuhan, pertemukan kami kelak di Surga-Mu, amin”.
  

  
Read More

Post Top Ad